Keberadaan organisme di alam
sangat dipengaruhi oleh faktor biotik dan nonbiotik. Faktor nonbiotik yang
biasa diukur dalam studi ekologi adalah faktor fisik dan kimia. Fator fisik
yang biasa diukur adalah suhu atau temperatur, kelembapan, dan sebagainya.
Sedangkan faktor kimia yang sering diukur adalah pH, DO, BOD, CO dan
sebagainya.
Faktor yang diukur pada
praktikum parameter fisik dan kimia adalah kelembapan, suhu dan Dissolved Oxygen
(DO). Kelembapan menunjukkan banyaknya uap air atau air di udara. Hubungan
antara kelembapan dengan suhu dan oksigen mempengaruhi suatu habitat tempat
dari suatu organisme.
Oksigen memegang peranan
penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut (DO)
berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Oksigen
juga dijadikan sebagai faktor pembatas dalam penentuan kehadiran makhluk hidup
dalam air. Selain itu, oksigen juga menentukan peran biologis yang dilakukan
oleh organisme aerobik atau anaerobik. DO adalah jumlah oksigen yang terlarut
di dalam air. DO dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan,
proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk
pertumbuhan. Di samping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan
organik dan anorganik dalam proses aerobik. Sumber utama oksigen dalam suatu
perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil
fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut (Salmin, 2000).
Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung dari beberapa faktor, seperti kelembapan
(humiditas), suhu, kekeruhan air (turbiditas), salinitas, pergerakan massa air
dan udara dan sebagainya.
Suhu sangat berpengaruh terhadap keberadaan dan aktivitas organisme, sebab pada
umumnya organisme memiliki kisaran suhu tertentu supaya dapat melakukan
aktivitas optimalnya. Suhu tidak dapat diawetkan sehingga harus diukur di
lapangan, sampel yang dibawa ke laboratorium untuk dianalisis juga sering kali
harus diukur lagi suhunya di laboratorium sebab kemungkinan ada perubahan
terhadap suhu tersebut. Alat pengukur suhu disebut termometer. Berbagai macam
alat telah tersedia di pasaran untuk pengukuran suhu mulai dari yang paling
sederhana, yaitu termometer alkohol sampai dengan yang menggunakan elektroda.
Kenaikan suhu air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen
terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat
degradasi anaerobik yang mungkin saja terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar