Crustacea adalah
Arthopoda yang sebagian besar hidup di laut dan bernafas dengan insang.
Tubuhnya terbagi dalam kepala (cephalin), dada (thorax) dan perut (abdomen).
Kepala dan dada bergabung membentuk kepala-dada (cephalothorax; Yunani:
cephale=kepala; thorax=bagian tengah tubuh atau dada). Kepalanya biasanya
terdiri dari lima ruas yang tergabung menjadi satu. Mereka mempunyai dua pasang
antena, sepasang mandibulla atau rahang dan dua pasang maksila (maxilla). Dada
mempunyai bagian dada yang bentuknya berbeda-beda. Beberapa di antaranya
digunakan untuk berjalan. Ruas abdomen biasanya sempit dan lebih mudah bergerak
daripada kepala dan dada. Ruas-ruas tersebut mempunyai bagian yang ukurannya
sering mengecil.
a.
Struktur
Tubuh
Tubuh
Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada
menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar
dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. Pada bagian
kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:
1. dua pasang antenna
2. satu pasang mandibulla, untuk menggigit
mangsanya
3. satu pasang maksilla
4. satu pasang maksiliped
Maksilla
dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke
mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan
berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
b.
Sistem Organ
Sistem Pencernaan
Makanan Crustacea berupa bangkai
hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada
bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak
di bagian posterior. Sisa metabolisme
akan diekskresikan melalui sel api. Hewan ini
memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala-dada di kedua
sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui
alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.
Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga
tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba),
statosista (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.
Sistem Respirasi
Pada umumnya
Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil
bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.
Sistem Kardiovaskular
Sistem
peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah
beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin,
melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O2 (oksigen) rendah.
O2 masuk dari air ke
pembuluh insang,
sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan.
Sistem Reproduksi
Alat reproduksi
pada umumnya terpisah sehingga disebut bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan
berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi
internal). Selain reproduksi seksual, Crustacea dapat pula melakukan
parthenogenesis, yaitu menghasilkan individu baru yang steril tanpa melalui
pembuahan.
Dalam
pertumbuhannya, Crustacea mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Crustacea
dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan Crustacea yang masih muda
mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu Crustacea mampu melakukan
autotomi. Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita
menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali
melalui proses regenerasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar