1.
Bagaimana pengaruh ZPT terhadap
perkecambahan biji?
Pengaruh
beberapa zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan, antara lain auksin
yang berfungsi mematahkan dormansi biji (biji tidak mau berkecambah) dan akan
merangsang proses perkecambahan biji. Giberelin berfungsi memacu
proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah mendorong
terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease dan lipase
dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm biji dan
menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi bagi perkembangan
embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak endosperm, kulit biji
atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan atau perkecambahan biji sehingga
biji berkecambah. Serta sitokinin yang berfungsi dalam pematahan
dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau
berkecambah) pada biji-bijian tanaman.
2.
Apakah terdapat perbedaan hasil
perkecambahan pada berbagai perlakuan? Mengapa?
Ada.
Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, pertama perbedaan fungsi fisiologis
dari hormon tidak sama karena setiap hormon memiliki fungsi spesifikasi sendiri
dan berbeda dengan hormon yang lain dalam mempengaruhi perkecambahan. Kedua, konsentrasi
hormon yang diserap oleh biji tidak sama sehingga mempengaruhi juga dalam perkecambahan
biji. Ketiga, kemampuan biji untuk tumbuh tidak sama. Keempat, faktor luar yang
mempengaruhi perkecambahan diterima dalam jumlah tidak sama.
3.
Manakah dari perlakuan-perlakuan
tersebut yang memberikan hasil optimal pada perkecambahan biji?
IAA
(Indol Acetat Acid) yang termasuk hormon auksin berfungsi untuk merangsang
pembesaran sel, sintesis DNA kromosom, serta pertumbuhan sepanjang aksis
longitudinal tanaman memberikan hasil lebih optimal.
4.
Apa fungsi penempatan cawan petri di
ruang gelap?
Penempatan
cawan petri pada ruang gelap bertujuan agar kecambah cepat mengalami
perkecambahan sehingga dapat mengetahui pertumbuhan yang terjadi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan,
dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Zat
pengatur tumbuh (ZPT) merupakan senyawa organik yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan atau proses-proses fisiologi tanaman yang disintesis secara alami
maupun buatan.
2. Pengaruh
zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan ialah merangsang proses
perkecambahan biji dan mematahkan dormansi biji.
3. Zat
pengatur tumbuh terdiri dari beberapa jenis, antara lain auksin (IAA, IBA,
NAA), giberelin, etilen, sitokinin, dan asam absisat (ABA).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar